Uncategorized

Pelaku UMKM Yogyakarta Didorong Memanfaatkan Kecerdasan Buatan agar Produk Lokal Mampu Menjangkau Pasar Lebih Luas

Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin diperkenalkan sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta. Teknologi tersebut dinilai dapat membantu pelaku usaha memperkuat pemasaran sekaligus mengembangkan kreativitas produk.

Upaya ini menjadi fokus kegiatan bertajuk Transformasi Ekonomi Digital: Strategi AI untuk Memperkuat Ekosistem Seni dan UMKM yang diselenggarakan di Yogyakarta pada Sabtu (10/10/2026).

Kegiatan yang diprakarsai anggota Komisi VI DPR RI GM Totok Hedi Santosa tersebut menghadirkan praktisi UMKM Citra Ramadhani dan akademisi pemasaran digital Agnes Judith Abigael.

Dalam kegiatan itu, pelaku usaha mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya mengenali karakter pelanggan sebelum menentukan strategi promosi.

Penggunaan AI dapat membantu menyusun deskripsi produk, mengembangkan ide konten pemasaran, dan merancang komunikasi bisnis. Namun, teknologi tersebut tetap membutuhkan arahan yang tepat serta pemeriksaan hasil oleh penggunanya.

Aspek keamanan digital juga mendapat perhatian. Pelaku UMKM diingatkan untuk tidak memasukkan kata sandi, PIN, kode OTP, data keuangan sensitif, maupun informasi pribadi pelanggan ke dalam layanan AI.

Edukasi tersebut penting karena peningkatan kemampuan digital harus berjalan bersama perlindungan data dan keamanan transaksi usaha.

Bagi UMKM Yogyakarta, transformasi digital membuka peluang untuk memperkenalkan produk seni, kerajinan, kuliner, dan berbagai komoditas kreatif kepada konsumen yang lebih luas.

Kemampuan memanfaatkan teknologi juga berpotensi mengurangi hambatan pemasaran bagi usaha berskala kecil yang memiliki sumber daya terbatas.

Meski demikian, penggunaan AI bukan jaminan peningkatan penjualan. Kualitas produk, pelayanan pelanggan, serta strategi bisnis tetap menjadi faktor utama.

Penguatan literasi digital diharapkan membantu UMKM Yogyakarta memanfaatkan perkembangan teknologi secara produktif, aman, dan sesuai kebutuhan pasar.