GUNUNGKIDUL — Persiapan musim tanam jagung di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memperoleh dukungan melalui distribusi bantuan benih jagung hibrida dari pusat.
Sebanyak 128,9 ton benih telah disalurkan kepada kelompok tani di 15 kapanewon. Bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung kegiatan budidaya pada lahan dengan cakupan sekitar 8.594 hektare.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Rismiyadi, menyampaikan bahwa distribusi benih dilaksanakan pada akhir Agustus hingga September 2026.
Dengan demikian, pemberitaan pada 10 Oktober merupakan perkembangan informasi mengenai bantuan yang sudah disalurkan, bukan penyaluran baru yang seluruhnya dilakukan pada hari tersebut.
Alokasi bantuan ditetapkan sekitar 15 kilogram benih untuk setiap hektare.
Salah satu wilayah penerima adalah Kalurahan Bunder, Kapanewon Patuk, dengan rencana pemanfaatan pada lahan seluas 35 hektare.
Dua kelompok tani yang terlibat masing-masing adalah Kelompok Tani Sido Rukun dengan lahan 10 hektare dan Kelompok Tani Karya Bakti seluas 25 hektare.
Bagi petani, bantuan benih dapat membantu mengurangi kebutuhan modal awal. Dukungan tersebut menjadi relevan ketika petani harus menyiapkan kebutuhan produksi sebelum memperoleh hasil panen.
Penggunaan benih hibrida juga diharapkan mendukung upaya peningkatan produktivitas jagung daerah.
Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul menargetkan hasil panen dapat melampaui produktivitas rata-rata yang saat ini berada di kisaran 6,5 ton per hektare.
Namun, pencapaian target tersebut tetap bergantung pada curah hujan, kondisi lahan, pemeliharaan tanaman, dan pengendalian organisme pengganggu.
Dengan rencana penanaman yang menyesuaikan datangnya musim hujan, kesiapan petani menjadi faktor penting agar bantuan dapat dimanfaatkan optimal.
Distribusi benih merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap produksi pangan daerah, sekaligus membantu petani mempersiapkan musim tanam berikutnya.