Pertanian

Dari Kebun ke Produk Cokelat, Bantuan Peralatan Dukung Pengembangan Usaha Kakao Petani Gunungkidul

GUNUNGKIDUL — Pengolahan kakao memberi peluang bagi petani Gunungkidul memperoleh nilai ekonomi dari produk turunan. Dukungan peralatan, bibit, pelatihan, dan pemasaran membantu mengembangkan usaha dari kebun hingga produk siap konsumsi.

Laporan ANTARA yang terbit Kamis (17/9/2026) menggambarkan kerja sama petani dengan BUMDes Barokah Handayani di Kalurahan Bunder. Bantuan mesin pengolahan digunakan untuk mendukung produksi dan pengembangan produk cokelat.

Kelompok IKM Cokelat Sari Mulyo melibatkan sekitar 35 petani dengan sekitar 2.000 pohon kakao. Hasil panen diolah menjadi bahan baku dan berbagai produk, sehingga kegiatan usaha tidak berhenti pada penjualan biji.

Dukungan pusat dan daerah mencakup sarana produksi serta peningkatan kapasitas petani. Di tingkat DIY, pengembangan juga dilakukan melalui promosi, kemitraan, dan program peremajaan kebun dengan target 50 hektare.

Kerja sama ini membuka ruang bagi pertanian, usaha desa, dan wisata edukasi untuk berkembang bersama. Target peremajaan merupakan rencana pengembangan, sedangkan kegiatan kelompok dan pengolahan yang diberitakan telah berjalan sebelumnya.