Sektor pertanian di Sleman mulai mengembangkan metode Pengelolaan Tanaman Sehat melalui pendekatan PM AAS sebagai salah satu upaya meningkatkan produktivitas padi sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Metode ini diarahkan untuk mengoptimalkan populasi tanaman, penggunaan pupuk organik serta pengendalian organisme pengganggu tanaman secara lebih terukur.
Dalam penerapannya, potensi populasi tanaman dapat mencapai sekitar satu juta rumpun per hektare. Demonstration plot juga disiapkan sebagai ruang pembelajaran bagi kelompok tani dan penyuluh sebelum metode diperluas.
Salah satu kelompok yang terlibat adalah Kelompok Tani Dadi Rukun yang mengelola sekitar 13 hektare lahan. Sebagian areal digunakan sebagai lokasi percontohan.
Kementerian Pertanian memberikan apresiasi terhadap respons daerah dalam mengembangkan pendekatan tersebut. Dukungan berupa benih, pupuk serta pendampingan menjadi bagian penting dalam memastikan inovasi dapat diterapkan sesuai kondisi lapangan.
Penerapan teknologi baru akan semakin efektif jika disertai pencatatan produktivitas dan biaya usaha tani. Dengan cara itu, petani dapat mengukur langsung manfaat metode yang diterapkan dan menentukan pola yang paling efisien untuk dikembangkan pada musim berikutnya.