Pengembangan infrastruktur digital di Daerah Istimewa Yogyakarta diarahkan agar tidak sekadar menghadirkan teknologi terbaru, tetapi juga tetap terjangkau bagi masyarakat.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai perkembangan teknologi harus memperhatikan kemampuan publik dalam mengakses layanan. Kemajuan digital dinilai tidak akan optimal apabila biaya yang muncul justru membuat layanan sulit digunakan masyarakat.
DIY telah memiliki fondasi pengembangan smart province. Namun pengembangan menuju teknologi yang lebih maju membutuhkan investasi dan biaya yang tidak sedikit.
Karena itu, kolaborasi dengan perusahaan teknologi dan investor menjadi salah satu peluang untuk memperkuat infrastruktur tanpa mengabaikan aspek keterjangkauan.
Sejumlah pihak juga tengah menjajaki pengembangan investasi telekomunikasi dan teknologi baru di Yogyakarta.
Posisi DIY sebagai pusat pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif, dan layanan publik membuat kebutuhan konektivitas digital terus meningkat. Infrastruktur yang lebih baik dapat mendukung pendidikan, UMKM, pelayanan administrasi hingga pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi.
Arah pengembangan yang menempatkan keterjangkauan sebagai indikator penting dapat membantu memastikan transformasi digital tidak hanya dinikmati kelompok tertentu, tetapi memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.