Solidaritas masyarakat Yogyakarta kembali bergerak untuk membantu warga terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur. Musisi Jogja Peduli memberangkatkan tiga truk berisi berbagai kebutuhan logistik yang dihimpun dari konser amal pada awal September.
Bantuan mencakup 18 ton beras, 1.000 selimut, 1.000 handuk, 1.000 terpal, makanan kaleng, biskuit untuk bayi dan orang dewasa serta berbagai kebutuhan lain. Tiga relawan juga lebih dahulu dikirim untuk memantau kondisi di lapangan dan membantu memastikan bantuan menyesuaikan kebutuhan masyarakat.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih hadir dalam pelepasan simbolis bantuan di Gilangharjo. Ia mengapresiasi gerakan yang tumbuh secara organik dari komunitas tersebut dan menilai solidaritas telah menjadi salah satu karakter sosial masyarakat DIY.
Kekuatan gerakan ini terletak pada kolaborasi. Masyarakat dan komunitas menghimpun bantuan, relawan melakukan pemantauan kebutuhan, sementara unsur daerah memberikan dukungan terhadap mobilisasi kemanusiaan.
Musisi Jogja Peduli juga menyatakan pemasukan dan pengeluaran dari kegiatan amal akan disampaikan secara transparan. Sebagian kebutuhan pokok akan dibeli langsung di daerah terdampak sehingga bantuan dapat menyesuaikan kondisi aktual.
Respons tersebut memperlihatkan bahwa penanganan bencana tidak hanya membutuhkan kerja institusi formal. Partisipasi masyarakat dapat memperluas daya jangkau pemulihan, terutama ketika diarahkan pada kebutuhan konkret korban.